Monday, September 10, 2012 - 15:43
Banjarmasin-Ibadahnews.com :
Pemerintah Indonesia hingga kini belum mendapatkan jawaban dari Pemerintah Arab Saudi terkait pengajuan penambahan kuota haji 2012 sebagaimana tahun sebelumnya.
Direktur Pengelolaan Dana Haji Pusat Syariful Mahya di Banjarmasin, seperti dikutip dari kantor berita Antara mengatakan, pemerintah pusat selalu memperjuangkan penambahan kuota haji bagi seluruh daerah di Indonesia.
Begitu juga dengan tahun ini, Menteri Agama Suryadharma Ali telah mengajukan penambahan kuota haji, namun hingga kini belum mendapatkan jawaban dari Pemerintah Arab Saudi apakan pengajuan tersebut dikabulkan atau tidak.
Menurut Mahya, sebagaimana ketetapan Organisasi Konferensi Islam, kuota haji masing-masing negara adalah setiap seribu penduduk muslim hanya satu orang yang mendapatkan kesempatan berangkat haji. “Ketetapan tersebut dibuat karena tingginya minat warga muslim di sebagian besar negara muslim untuk menunaikan rukun Islam ke lima tersebut. Karena keterbatasan kuota haji tersebut, sehingga wajar bila sampai kini daftar tunggu di Kalsel mencapai 14 tahun," katanya.
Dengan demikian, lanjutnya, dibuatlah aturan, siapa yang pertama mendaftar mereka yang pertama berangkat, sehingga bisa menimbulkan rasa keadilan. "Kita harapkan untuk bisa baik haji, sebaiknya tidak perlu menunggu sampai tua, ketika masih muda dan ekonomi telah mencukupi, sebaiknya cepat berangkat," ujarnya.
Selain itu, kata dia, tingginya animo warga Indonesia untuk berhaji, menjadi indikasi semakin meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat dan meningkatnya ketaatan beragama. (guh/ant)
sumber foto : Sulsel.kemenag.go.id
Publisher : teguhdav